Permasalahan Ketahanan Pangan

Pembangunan ketahanan pangan diharapkan  mampu menyediakan pangan yang cukup bagi seluruh penduduk terutama berasal dari dalam negeri, dalam jumlah dan keragaman yang cukup, aman, dan terjangkau dari waktu ke waktu. Kondisi ini menghendaki adanya harmonisasi antara aspek-aspek manajemen, penyediaan, distribusi, konsumsi, pemberdayaan dan kewaspadaan. Permasalahan strategis dalam pengembangan ketahanan pangan dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu:

1.       Aspek manajemen

Keberhasilan pembangunan ketahanan pangan sangat dipengaruhi oleh penyelenggaraan fungsi-fungsimanajemenpemerintahan.Dalam hal ini adalah perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan koordinasi.

2.  Aspek ketersediaan pangan

Jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar dan terus bertambah 1,35% per tahun, serta pesatnya perkembangan arus globalisasi  akan memerlukan ketersediaan pangan nasional yang cukup besar dan semakin beragam. Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional yang terus meningkat tersebut perlu diupayakan agar terpenuhi dari produksi dalam negeri.

3. Aspek distribusi pangan

Permasalahan strategis dalam pengembangan ketahanan pangan juga dapat timbul karena masalah distribusi.  Ketahanan pangan menuntut agar seluruh rumah tangga dapat menjangkau kebutuhan pangannya dalam jumlah dan kualitas yang cukup sepanjang waktu.

4. Aspek konsumsi pangan

Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan  kesejahteraan manusia. Keadaan gizi seseorang dikatakan baik apabila terdapat keseimbangan antara perkembangan fisik dan mental orang tersebut. Terdapat kaitan yang erat antara tingkat keadaan gizi dengan konsumsi pangan. Keragaan tingkat konsumsi pangan penduduk dipengaruhi perilaku masyarakat yang dinamis.

 

5.  Aspek pemberdayaan masyarakat

Pemberdayaan masyarakat berarti meningkatkan kemandirian masyarakat sebagai perwujudan dari pengembangan kapasitas masyarakat yang berlandaskan pada pemberdayaan sumberdaya  manusia agar dapat memahami hak dan kewajibannya sesuai dengan status dan perannya di masyarakat. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat untuk menunjang ketahanan pangan, maka proses pemberdayaannya mencakup semua stake holder,seperti: masyarakat tani, produsen, konsumen, aparatur pemerintah, perguruan tinggi, LSM dan sebagainya.  Namun demikian, agar sasaran dapat lebih terfokus maka pemberdayaan masyarakat diprioritaskan pada masyarakat tani miskin.

 

6. Aspek kewaspadaan

Kewaspadaan pangan berkaitan erat dengan penanganan masalah gangguan akses pangan yang sering muncul, baik karena kondisi masyarakat yang berkaitan dengan rendahnya kemampuan dalam mengakses pangan, maupun gangguanpadakondisiketersediaanpangankarena iklim. Keadaan tersebut merupakan masalah yang harus dipantau secara terencana, terkoordinasi, dan berkesinambungan, karena sangat berkaitan  dengan upaya penanggulangan kerawanan pangan dan gizi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: